animasi blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 April 2013

Gubernur Boston: Perhatikan Tas-tas dan Paket yang Mencurigakan

 
Situasi pasca ledakan (thefullsignal.com)
Boston, - Menyusul serangan-serangan bom yang melanda Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, seluruh warga Boston diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengamanan pun diperketat.

Gubernur Boston Governor Patrick mengatakan, kota Boston saat ini tak akan bisa seperti biasanya. Aparat polisi dikerahkan dalam jumlah lebih besar untuk mengamankan wilayah.

"Setiap orang harus meningkatkan kewaspadaan," kata Patrick seperti dilansir News.com.au, Selasa (16/4/2013).

"Perhatikan tas-tas yang mencurigakan, parsel dan paket-paket," imbuhnya.

Dikatakannya, FBI telah mengambil alih penyelidikan kasus ini. Sementara badan Garda Nasional telah mengamankan lokasi kejadian dan menutup akses ke tempat tersebut.

Patrick mengatakan, insiden ini tengah diselidiki lebih lanjut. "Dari Presiden ke bawah, kita semua bersama-sama melakukan semua yang kita bisa untuk menyelidiki ini hingga ke dasarnya," pungkasnya.

Akibat ledakan di Boston ini, sejumlah aparat di wilayah AS, termasuk Washington dan New York memberlakukan kondisi siaga. "Ledakan kuat ini berdampak pada luka-luka serius," tutur Komisioner Kepolisian Boston, Ed Davis.

Hingga saat ini dilaporkan 3 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.

Kamis, 11 April 2013

Klub Manchester Kembali Uji Usaha Chelsea Pertahankan Gelar

 
London - Lewat dua partai sengit lawan Manchester United, Chelsea akhirnya tiba di semifinal Piala FA. Untuk tiba di final, kini Chelsea dihadang klub Manchester lainnya, Manchester City.

Di babak enam Piala FA, atau perempatfinal, Chelsea dihadapkan dengan MU yang merupakan tim tersukses di ajang tersebut. Diperlukan dua pertemuan untuk menghadirkan pemenang di laga itu.

Di Old Trafford pada 10 Maret lalu, 'Setan Merah' dan 'Si Biru' menyudahi laga dengan skor imbang sama kuat 2-2 sehingga diperlukan laga replay guna mendapatkan pemenang.

Chelsea baru dapat mengamankan tiket semifinal berkat kemenangan tipis 1-0 atas tim pemuncak klasemen Liga Primer Inggris itu dalam partai replay 1 April lalu di Stamford Bridge.

Hasil tersebut membawa Chelsea selangkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar Piala FA sekaligus meraih trofi ke-8 di ajang tersebut. Tetapi tantangan tak kalah sulit sudah menanti di semifinal, ketika klub London tersebut harus berhadapan dengan City di Wembley, Minggu (14/4/2013).

"Tak bisa lebih sulit lagi, ya, kan? Tapi jika Anda ingin jadi juara maka Anda harus menghadapi yang terbaik," kata Rafael Benitez selaku manajer sementara Chelsea, di Reuters.

"United adalah yang pertama, City adalah yang lainnya. Saya pikir musim ini sudah berjalan bagus dan bisa lebih bagus lagi," lugas Benitez.

Jika mampu mengatasi City, yang duduk di posisi dua klasemen Liga Primer Inggris, maka peluang Chelsea jadi kampiun Piala FA musim ini terbuka lebar mengingat lawan yang akan dihadapi di final nanti relatif lebih mudah, yakni tim Championship Millwall atau tim papan bawah Premier League Wigan Athletic.

Akan tetapi, sebelum bertanding dengan City, Chelsea kini terlebih dulu harus melakoni laga leg II perempatfinal Liga Europa menghadapi Rubin Kazan--Chelsea sedang unggul 3-1.

Heynckes Bicara Soal Pujian, Madrid, dan Barca

Bongarts/Getty Images/Alexander Hassenstein
Turin - Bayern Munich mendapatakan banyak pujian atas performa mereka musim ini. Lalu, apa hubungannya pujian-pujian itu dengan Real Madrid dan Barcelona.

Bayern lolos ke babak semifinal Liga Champions setelah mengalahkan Juventus 2-0 di Juventus Stadium, Kamis (11/4/2013) dinihari WIB. Dengan demikian, Die Roten lolos dengan aggregat 4-0.

Hasil atas Juve itu seperti menegaskan betapa bagusnya Bayern musim ini. Akhir pekan lalu, mereka memastikan diri menjadi juara Bundesliga, tepat ketika liga masih menyisakan enam pekan lagi.

Wajar kalau kemudian Bayern dibanjiri pujian. Tapi, menurut Heynckes, pujian-pujian itu tidak membuat anak-anak buahnya jadi besar kepala.

"Aspek positifnya adalah kami menerima dengan lapang pujian-pujian itu. Tapi, kami tidak pernah membiarkannya memengaruhi performa kami," ucap manajer berusia 67 tahun tersebut.

Kendati mendapatkan pujian, Heynckes menilai bahwa Bayern belum terlihat berada dalam level yang sama dengan Madrid dan Barca. Apakah Die Roten bisa berada satu level dengan kedua tim itu atau tidak, tergantung hasil yang bisa dicapai Bayern.

"Kami sudah menjadi juara Bundesliga, tapi kami masih punya target lainnya."

"Kita lihat saja nanti apakah kami berada dalam level yang sama dengan Madrid atau Barcelona," ucapnya.

Bayern pun punya kemungkinan untuk bertemu salah satu tim tersebut di semifinal. Undian untuk babak empat besar itu akan dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat (12/4) besok.

Mancini Dibela Kevin Keegan

Man United via Getty Images/John Peters
Manchester - Manajer Manchester City, Roberto Mancini, kerap dikabarkan akan dipecat akhir musim ini. Namun mantan manajer City, Kevin Keegan, menyatakan bahwa pemecatan Mancini adalah sebuah ide yang konyol.

Masa depan Mancini mulai dipertanyakan sejak City gagal berbuat banyak di Liga Champions. Mereka tersingkir di babak kualifikasi grup, kalah bersaing dengan Ajax Amsterdam, Borussia Dortmund, dan Real Madrid. Dortmund dan Madrid kini berhasil lolos ke semifinal.

Di Liga Inggris, meski gelar juara belum dipastikan melayang ke rival sekota, Manchester United, namun tertinggal 12 poin membuat peluang The Citizens mempertahankan trofi bisa dibilang relatif kecil.

Kegagalan-kegagalan tersebut yang kemudian menjadi akar isu pemecatan Mancini. Sedangkan bagi Keegan, tidak seharusnya sosok yang membawa gelar pertama dalam 30 tahun terakhir itu dipecat.

"Di olahraga lain, akan jadi hal konyol untuk mempertanyakan kualitas seseorang yang datang ke sebuah klub sepakbola, memenangi trofi pertama dalam 30 tahun, kemudian menjuarai liga dalam musim yang paling menarik yang pernah terjadi," kata Keegan seperti dikutip Sky Sports.

"Kiprah di kompetisi Eropa memang sebuah kekecewaan, tapi kompetisi Eropa juga mengecewakan bagi Manchester United dan Chelsea. Anda harus tahu itu."

"Anda bisa membuat rumor apapun. Apa itu benar? Tidak. Bisakah itu terjadi? Ya. Tapi saya tidak berpikir bahwa Mancini harus dipertanyakan dalam berbagai hal," tambah Keegan.

Keegan menangani Manchester City dari tahun 2001 sampai ke tahun 2005. Berbeda dengan Mancini, dalam empat tahun kariernya itu Keegan tidak mempersembahkan satu tofi mayor pun.

Messi Memang Jimat Barca


Getty Images/David Ramos
Barcelona - Barcelona boleh jadi tetap menang di sejumlah laga meski tak diperkuat Lionel Messi. Tapi, saat Blaugrana butuh bantuan, Messi hadir dan langsung mengubah keadaan.

Ketika Barca menjamu Paris Saint-Germain di leg kedua perempatfinal Liga Champions, Kamis (11/4/2013) dinihari WIB, Messi tidak masuk starting line-up. Penyerang asal Argentina itu mengawali laga dari bangku cadangan karena baru saja pulih dari cedera hamstring.

Tanpa Messi, Barca mengandalkan trio Pedro Rodriguez, David Villa, dan Cesc Fabregas di lini depan. Tapi, ketiganya gagal bikin gol di babak pertama.

Terus menekan, Barca malah kecolongan di awal babak kedua. Sebuah serangan balik PSG berbuah gol Javier Pastore.

Melihat timnya mulai terjepit, pelatih Tito Vilanova akhirnya menarik Fabregas keluar. Dia memasukkan Messi ke lapangan.

Masuknya Messi membuat serangan Barca menjadi lebih menggigit. Puncaknya adalah pada menit ke-71, saat Messi menusuk ke kotak penalti PSG dan memberikan umpan kepada Villa. Villa membelokkan bola ke arah Pedro, yang kemudian melepaskan tembakan mematikan yang berbuah gol.

Hasil imbang 1-1 cukup untuk meloloskan Barca ke semifinal. Meski secara agregat sama kuat 3-3, Barca unggul dalam agresivitas gol tandang.

"Kami sangat beruntung memiliki Leo dan kami harus menggunakannya. Penting memiliki Leo di atas lapangan. Dia adalah acuan kami," ungkap bek Barca, Gerard Pique, kepada Sky Sports.

"Dia sangat membantu kami. Kita sedang bicara soal pemain terbaik di dunia," imbuhnya.

Statistik juga menunjukkan bahwa Messi memang jimat andalan Barca. Opta mencatat Barca tidak pernah kalah di Liga Champions saat Messi masuk sebagai pemain pengganti.

Buffon Tak Pernah Menyangka Bayern Bakal Sehebat Ini

AFP/Giuseppe Cacace
Turin - Bayern Munich lolos ke semifinal Liga Champions usai dua kali mempecundangi Juventus sudah bikin Gianluigi Buffon berpikir mereka pantas menjadi juara. Tapi Buffon tak pernah menyangka Die Roten bakal se-superior ini.

Di leg pertama yang dihelat pekan lalu di Allianz Arena Juve benar-benar dibuat tak berkutik dan harus menyerah 0-2. Di leg kedua Juve yang diharapkan mampu memberi perlawanan dan setidaknya membuat keajaiban untuk lolos ke semifinal juga akhirnya tak berdaya dibuatnya.

Meski sempat menguasai laga di babak pertama namun penampilan Juve menurun di babak kedua dan mereka akhirnya didominasi sang lawan, yang mampu bikin dua gol kemenangan lewat Mario Mandzukic dan Claudio Pizarro. Bayern melaju ke babak empat besar usai menang agregat total 4-0.

Tak ayal dominasi Bayern di dua laga ini sedikit bikin Buffon keder dan mengaku tak menyangka tim asuhan Jupp Henynckes itu bakal tampil seperti ini. Bahkan Buffon berani menjagokan Bayern jadi jawara tahun ini jika melihat dari kedalaman skuat serta kualitas permainan tim asal Jerman itu.

"Penyesalan dari kami mungkin adalah kami tak bermain baik di leg pertama, khususnya untuk saya. Kami begitu penasaran melihat perbedaan besar antara kami dan tim-tim besar Eropa. Kalau boleh jujur, mereka punya segalanya lebih dari kami," tutur Buffon kepada Mediaset seperti dilansir Football Italia.

"Jika target kami adalah Bayern Munich, maka saya tidak tahu apa yang harus kami lakukan untuk menyamai mereka, karena mereka punya segalanya untuk menjadi juara. Teknik, fisik dan pengalaman mereka hebat serta sudah bersama-sama dalam waktu lama," sambungnya.

"Mereka pantas menang dengan segala kualitas yangd imilki, tapi saya harus akui bahwa saya tidak menyangka mereka bisa sebagus ini. Kami sadar itu, tapi saya yakin sebenarnya kami bisa sejajar dengan tim-tim manapun di perempatfinal ini. Sayang bukan itu persoalannya karena mereka (Bayern) memperlihatkan bahwa mereka lebih superior."

Road To Semifinal 4 Kontestan

Liga Champions hanya tinggal menyisakan empat tim. Seperti apa perjalanan keempat tim tersebut sampai sejauh ini? Mari simak catatan berikut.

Barcelona dan Bayern Munich memastikan diri lolos pada dinihari tadi, Kamis (11/4/2013). Keduanya menyusul Real Madrid dan Borussia Dortmund. Dua tim Jerman dan dua tim Spanyol.

Hasil di perempatfinal tersebut ini membuka peluang terjadinya all German final atau all Spanish final. Malah, tidak menutup kemungkinan pula bahwa duel tim dari negara yang sama justru akan terjadi di semifinal. Semua tergantung hasil undian Jumat (12/4) besok.

Di antara keempatnya, Madrid adalah tim yang paling banyak memenangi laga di semifinal Piala/Liga Champions. Sementara Bayern adalah tim yang musim lalu sukses mencapai babak final --sebelum akhirnya dikalahkan oleh Chelsea.

Sedangkan Dortmund adalah tim yang jumlah kemenangannya di semifinal paling sedikit. Tapi, sama seperti tiga kontestan lainnya, mereka juga sudah pernah mencicipi gelar juara Liga Champions.

Menarik untuk ditunggu perjalanan keempatnya setelah ini.